Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis IPTEKS FKIP Universitas Bengkulu

Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis IPTEKS FKIP Universitas Bengkulu

Upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya kekerasan remaja dan cyberbullying terus dilakukan melalui berbagai pendekatan edukatif dan pemberdayaan. Salah satunya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Bengkulu dalam Mencegah Kekerasan Remaja dan Cyberbullying melalui Pendekatan Pendidikan Karakter dan Digital Awareness.”Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai, bertempat di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu. Kegiatan diikuti oleh 30 orang anggota IPNU Provinsi Bengkulu sebagai peserta utama. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan edukasi dan penguatan kapasitas generasi muda, khususnya anggota IPNU, agar mampu memahami, mencegah, serta merespons berbagai bentuk kekerasan dan perilaku cyberbullying yang semakin berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan media digital di kalangan remaja. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua III STIESNU Bengkulu, Yudha Septian Kurniawan, M.Pd., yang juga merupakan Pembina IPNU Provinsi Bengkulu, Ketua IPNU Provinsi Bengkulu Nurul Hidayah, serta tim pengabdian yang terdiri atas Andes Permadi, M.Pd. selaku Ketua Pengabdian, Oddie Barnanda Rizky, M.Pd., dan Dr. Bogy Restu Ilahi, M.Pd. Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh sejumlah dosen STIESNU Bengkulu.Dalam sambutannya, perwakilan STIESNU Bengkulu menyampaikan pentingnya membangun lingkungan remaja yang aman, berkarakter, dan memiliki kemampuan menggunakan teknologi digital secara bertanggung jawab. Perkembangan media sosial memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan risiko munculnya berbagai perilaku negatif, termasuk penghinaan, intimidasi, penyebaran informasi yang merugikan, dan bentuk-bentuk cyberbullying lainnya.Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai kekerasan remaja, cyberbullying, pendidikan karakter, etika bermedia digital, serta digital awareness. Peserta juga diarahkan untuk mengenali bentuk-bentuk kekerasan dan cyberbullying, memahami dampaknya terhadap korban maupun lingkungan sosial, serta mengembangkan kemampuan untuk melakukan pencegahan dan penanganan secara tepat. Pendekatan pendidikan karakter menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan. Pendidikan karakter diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai tanggung jawab, empati, toleransi, saling menghargai, pengendalian diri, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bagi anggota IPNU dalam membangun interaksi yang sehat, baik di lingkungan organisasi maupun dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, pendekatan digital awareness diberikan untuk meningkatkan kesadaran peserta dalam menggunakan media digital secara bijak, aman, etis, dan bertanggung jawab. Peserta didorong untuk memahami bahwa setiap aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi sosial sehingga diperlukan kemampuan untuk berpikir kritis sebelum membuat, membagikan, maupun memberikan komentar terhadap suatu konten.Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, dan kegiatan reflektif. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman serta pandangan mereka terkait berbagai persoalan yang muncul di lingkungan remaja, termasuk fenomena perundungan, konflik antarremaja, penggunaan media sosial, dan berbagai bentuk komunikasi digital yang berpotensi menimbulkan kekerasan psikologis.Andes Permadi, M.Pd. selaku Ketua Tim Pengabdian menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong terbentuknya agen perubahan di kalangan anggota IPNU.“Anggota IPNU memiliki posisi strategis sebagai generasi muda dan bagian dari masyarakat yang aktif berinteraksi di ruang sosial maupun digital. Karena itu, mereka perlu memiliki karakter yang kuat sekaligus kesadaran digital agar mampu menjadi bagian dari solusi dalam mencegah kekerasan remaja dan cyberbullying,” ujarnya.Menurut tim pengabdian, pemberdayaan generasi muda perlu dilakukan secara berkelanjutan. Anggota organisasi kepemudaan seperti IPNU memiliki potensi besar untuk menjadi peer educator atau agen edukasi sebaya yang dapat menyebarluaskan pemahaman tentang pencegahan kekerasan dan cyberbullying kepada teman sebaya maupun lingkungan organisasi.Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dan lingkungan pendidikan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pencegahan kekerasan dan membangun budaya digital yang sehat di kalangan remaja di Provinsi Bengkulu. Ketua IPNU Provinsi Bengkulu, Nurul Hidayah, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai kekerasan remaja dan cyberbullying sangat relevan dengan kehidupan anggota IPNU saat ini, terutama karena sebagian besar generasi muda merupakan pengguna aktif media sosial.Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang aktif, tetapi juga mampu menjadi pengguna teknologi yang kritis, etis, bertanggung jawab, dan berkarakter. Mereka juga diharapkan mampu mengenali potensi kekerasan sejak dini serta mengambil langkah yang tepat ketika menemukan kasus kekerasan atau cyberbullying di lingkungan sekitar. Kegiatan pengabdian ditutup dengan refleksi dan komitmen bersama untuk membangun lingkungan remaja yang lebih aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Tim pengabdian berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun generasi IPNU yang berkarakter, memiliki kesadaran digital, serta mampu menjadi agen pencegahan kekerasan dan cyberbullying di Provinsi Bengkulu. Dengan terlaksananya kegiatan ini, perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga memperkuat peran pengabdian kepada masyarakat melalui pemberdayaan generasi muda. Sinergi antara STIESNU Bengkulu, IPNU Provinsi Bengkulu, dan tim pengabdian diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *