The Blog

Bengkulu, 28 September 2018. Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Bengkulu mengadakan kegiatan Seminar Nasional bertempat di Aula Dekanat FKIP Universitas Bengkulu Lt 3. Seminar Nasional ini mengangkat tema “Manajemen Pendidikan Jasmani dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. Dekan FKIP Universitas Bengkulu. Prof. Dr. Sudarwan Danim, M.Pd, turut hadir sekaligus menjadi salah satu keynote speaker di acara ini.

Kegiatan ini merupakan kegiatan dan program perdana yang diadakan oleh Prodi Pendidikan Jasmani Universitas Bengkulu dan nantinya akan jadi program rutin yang diadakan dua (2) kali dalam setahun. Pada Era serba digital ini, mahasiswa khususnya di Prodi Penjas UNIB tidak hanya dituntut berprestasi di lapangan, tapi perlu juga dibidang ilmiahnya.

Tujuan dari seminar ini diadakan kaitannya dengan revolusi industri 4.0 adalah disebabkan perkembangan industri yang semakin pesat, sementara akademisi posisinya akan semakin tersingkir karena tidak banyak yang bisa memanfaatkannya. Oleh karena itu, penting bagi khususnya praktisi, guru penjas untuk menyikapi tantangan sekarang,

Peserta dalam seminar ini berjumlah 100 peserta yang terdiri guru, praktisi, mahasiswa s1, serta ada juga peserta dari perguruan tinggi lain salah satunya adalah dari STKIP PGRI Lubuklinggau. (Ketua Panitia Seminar/Dr. Dian Pujianto, M.Or.

Narasumber, Prof. Dr. Moch. Asmawi, M.Pd (UNJ) dan Dr. Dian Pujianto, M.Or (UNIB). dengan Moderator, Septian Raibowo, M.Pd

Dalam pembukaan seminar tersebut. Dekan FKIP, Prof. Dr. Sudarwan Danim, M.Pd sekaligus menyampaikan materinya dalam sambutannya mengatakan bahwa “Salah satu ciri bangsa yang besar adalah dilihat dari perkembangan olahraganya, karena dengan hal tersebut akan mencirikan kebudayaan dan mengkontruksikan rasa kepemilikan sebagai bagian dari bangsa dan negara”. Prof. Dr. Sudarwan Danim, M.Pd menyambut baik kegiatan ini karena pada saat ini kita dituntut bagaiamana olahraga ini menjadi lebih baik, kaitannya dengan revolusi industri 4.0 adalah akan banyak peran manusia yang akan digantikan oleh robot, mesin atau program. Peran perguruan tinggi adalah menyiapkan calon lulusan agar siap menghadapi pekerjaan-pekerjaan yang mungkin nantinya tidak ada lagi, sehingga harus inovatif. jelas Prof Sudarwan.

Selain Prof Sudarwan. Narasumber dalam seminar ini juga menghadirkan narasumber yaitu, Prof. Moch. Asmawi, M.Pd beliau merupakan Guru Besar Manajemen Olahraga Universitas Negeri Jakarta. Dalam materinya, Prof Asmawi menyampaikan, Revolusi industri 4.0 telah menggeser paradigma berpikir dan prilaku manusia melalui digitalisasi sehingga melahirkan banyak inovasi yang membuat berbagai proses menjadi cepat dan mudah dengan hasil yang akurat serta memberi dampak secara massif dalam berabgai sendi kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan jasmani. Beliau juga menyampaikan Pendidikan jasmani, mempunyai peran yang sangat signifikan untuk mereduksi dampak negatif dari keberadaan revolusi industry 4.0 sambil di satu sisi memanfaatkan berbagai kemudahan fasilitas untuk mengembangkan sport science dan teknologi.

Kemudian, Narasumber terakhir dalam seminar ini adalah Dr. Dian Pujianto, M.Or. Beliau merupakan Dosen Program studi Pendidikan Jasmani Universitas Bengkulu. Dalam pemaparan materi, beliau menyampaikan bahwa manajemen olahraga akan bersinergi dengan baik terhadap revolusi industri 4.0 apabila di manaje dengan tepat.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Your Comment*

Name*

Email*

Website